Thursday, August 6, 2015

My Adveture-The Journey Starts Here!



Lama sekali ya aku tidak menulis di blogku ini… setelah beberapa cobaan selama UNPK C, kini aku telah lulus Paket C dan sudah lolos SBMPTN dan menjadi calon mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman UNY…  saat ini, aku sudah memiliki Kartu Tanda Mahasiswa, meskipun belum punya KTP dan SIM *wkwkwkwk. Aku juga sedang mempersiapkan diri untuk OSPEK dan sibuk belajar bahasa Jerman... menjadi mahasiswa yang lolos lewat jalur SBMPTN adalah suatu hal yang membanggakan karena dari ratusan ribu orang, aku terpilih dan berhasil lolos! Aku sangat bersyukur kepada Tuhan, meski mungkin ada sedikit rasa kecewa karena tidak lolos di sastra Jepang (yang sedang ku gandrungi), namun karena aku sangat suka bahasa, sehingga aku tidak akan terlalu mempermasalahkan di jurusan bahasa apa aku diterima. setelah aku mempelajarinya sedikit-demi sedikit... aku juga mulai menyukai bahasa Jerman!!! Dan aku yakin rencana Tuhan yang terbaik dan penuh kejutan!
                Dan mulai bulan depan, mungkin aku sudah tidak pantas dibilang sebagai anak Pendidikan Berbasis Keluarga lagi ya? Karena aku akan memiliki titel “mahasiswa” . Pasti akan ada rasa rindu sebagai pelaku Pendidikan Berbasis Keluarga (PBK), yang dulu kebanyakan aktivitas di luar pelajaran dan sering leyeh-leyeh santai, ataupun yang suka bangun siang dan jadi seniman dengan tubuh belepotan cat akrilik. Maupun ketika aku menjadi sastrawan cilik yang suka menulis puisi-puisi dan cerpen-cerpen. *belum apa-apa udah kangen aja
                Dan aku yakin, akan ada banyak hal yang terjadi di depan, dan banyak sekali hal baru yang akan aku rasakan, aku lihat dan aku pelajari. Meskipun usiaku muda, namun aku tidak bisa bersikap layaknya anak kecil lagi. Karena aku sudah berada di tingkat pendidikan lanjut, dimana kita sendiri yang harus memilih setiap pilihan, setiap perkataan kita akan dipegang orang, setiap tingkah laku akan diperhatikan, dan setiap janji akan diingat, dan dimana kita harus perlahan-lahan bisa mandiri ketika jauh dari orang tua kita, maupun sanak famili lainnya.
                Mungkin ini akan menjadi tulisan terakhirku sebagai pelaku PBK. Aku akan selalu ingat bahwa, pengalamanku sebagai pelaku PBK adalah masa-masa indah dalam hidupku selama 15 tahun ragaku berada di bumi ini, dan juga perubahan terhadap segala yang ada dalam diriku: pikiranku, tubuhku, jiwaku, ragaku, setiap gerakanku, setiap ekspresi yang kubuat, setiap aktivitas yang aku kerjakan. Dengan menjadi pelaku PBK, aku merasa mengalami banyak perubahan positif (dan beberapa perubahan negatif :p) dalam diriku, dan terutama (dan terpenting), mejadi lebih dewasa dalam berpikir.
                Aku berterimakasih kepada semuanya; pertama-tama kepada Tuhan YME, tanpa berkatNya, aku tidak mungkin bisa lulus UNPK C, dan tidak mungkin diterima lewat jalur SBMPTN, lalu kepada Papi dan Mami, yang memberikan kesempatan untukku menjadi pelaku PBK, telah direpotkan akan banyak hal, dan selalu sabar. Lalu kepada sahabatku:
1.       Pipit: thanks to be my best friend since we’re student at elementary school… hope we still keep up forever… :)
2.       Ari: ありがとうございます、アリアグレイ!!! You introduce me to Japanese world: anime, manga, and a lot of things. Dan mengajariku sepatah dua patah Bahasa Banjar… dan buat bikin aku jadi otaku parah //plak おねえーせんぱいがすきです J, がんばってください!!!I’m sure you’ll be want you wanted to be!!! *hehehe :P
3.       Bene: kamu adalah saingan terberat selama persiapan SBMPTN, sekaligus teman baik di tempat bimbel!!! Kita curhat, kita ketawa, kita ngobrol dan galau bareng! Congratulation for you too anyway... see you at my favorite chapel soon! :D
4.       Rahma: we talk a lot of things about Shingeki no Kyojin, and SBMPTN. Thankyou too for that time when you walked me to my dad’s campus. How do you do today? I'm so sorry can't keep up with you... :(
Kepada teman-temanku dimanapun kalian berada, meskipun tidak terlalu akrab, terimakasih karena kalian sangat baik dan ramah kepadaku, mau mengobrol denganku, tertawa bersama selama aku mepersiapkan diri mengikuti UNPK C.

So here it is... my adventure starts here!これからわたしのみらいをはじめます!!!Dan aku akan menceritakan banyak hal yang terjadi di dalam perjalananku di dunia ini, lewat blogku ini!
さよなら!!!

Wednesday, April 1, 2015

Mengenal Narkoba Lebih Dekat


Hei,hei… what do you do when Valentine’s day? Aku punya pegalaman yang kereeeeeeen banget pas 14 Februari lalu looo... pengalaman ini tentang narkoba… hah? Narkoba? Eittsss… jangan mikir yang macem macem dulu doooong… denger (eh, kan di blog ya…) baca dulu ceritanya…
Sabtu, 14 Februari lalu, (A.K.A Valentine’s Day), merupakan hari yang sangat mengasyikkan. Pagi-pagi, aku pergi ke kampus papi untuk mengikuti dua “kelas” yang diadakan dalam rangka BioFair UAJY, yaitu seminar tentang TaBuLamPot (alias Tanaman Buah dalam Pot), acara ini dimulai pukul 10, dan bersama seorang narasumber  –yang konon kabarnya adalah alumni biologi UAJY– selama berada di dalam kelas ini, jujuuuuur, topik yang dibahas narasumber tidak terlalu menarik karena hanya memberikan informasi yang sangaaaat dasar bangeeet tentang TaBuLamPot, seperti bahan yang diperlukan, kelebihan dari TaBuLamPot (yang menurut narasumber mampu memperindah ruangan namun tidak membuat ruangan tersebut kotor, memberikan kita buah-buahan sehat dari tanaman sendiri, tanaman yang tidak terlalu makan tempat, and so on…),cara membuat mendapatkan “bibit” TaBuLamPot(seperti stek,okulasi, dll) anak kelas 6 SD pun juga paham #no_offense. Setelah membahas topik-topik  tersebut, tanpa terasa jam 11 hampir tiba. Jadi aku keluar dari kelas, untuk menuju Auditorium lantai atas. Saat aku keluar dari kelas, seorang panitia BioFair (yang juga merupakan mahasiswa biologi) yang sok akrab mengantarkanku ke Auditorium, namun, menurutnya, seminar bersama pak Sumirat ditunda menjadi jam 12 siang. Takut mengganggu kelas TaBuLamPot jika kembali lagi, aku memutuskan untuk menunggu di kantor papi.
Di kantor papi, ternyata ada Pak Sumirat bersama istrinya, dan beberapa dosen biologi dan seorang teman dari Pak Sumirat yang belum kukenal. Rupanya, papi, teman-teman dosen biologi UAJY, maupun Pak Sumirat merupakan mahasiswa Biologi UGM dari angkatan yang berbeda tipis… hahaha, jadi semacam reuni kecil-kecilan ya… -_-. Pak Sumirat beserta istrinya terlihat segar, padahal kemarin kami begadang dan ngobrol di Ra***ten dan pulang bersama jam 12 malam… #respect
Sambil menunggu acara yang sangaaat menarik minatku, aku menunggu di depan ruangan papi. Akhirnya jam 12 tiba, dan kami pun naik ke Auditorium… Acara ini diikuti oleh banyak siswa-siswi dari berbagai SMA, karena di acara BioFair ini juga diadakan Olimpiade Nasional untuk SMA.
Acara kedua yang jauuh lebih menarik minatku ini adalah kuliah umum tentang narkoba, bersama Pak Sumirat, atau lebih lengkapnya, Kombes. Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si. ex-humas BNN,(sekarang, beliau ditugaskan di Manado). Bukannya aku tertarik “mencicipi” narkoba, tapi memang sejak SMP, pelajaran favoritku dalam mapel Kimia adalah bahan-bahan adiktif, bahan-bahan campuran dalam makanan, bahan-bahan kimia, dll. Namun aku harus sedikit kecewa karena topik yang dibahas di seminar ini bertajuk “Seluk Beluk Neotropika & Keterkaitan Lulusan Prodi Biologi dengan Profesi Kepolisian”. Cukup berat nih bahasannya...
MC sudah memulai sambutannya, dan acara dimulai. Teman Pak Sumirat yang tadi berada di ruangan papi, mengisi acaranya terlebih dahulu. Rupanya beliau bernama Agus Widanarko, seorang penerima Penghargaan Presiden tahun 2014 lalu, atas perjuangannya dari desa ke desa menyosialisasikan bahaya narkoba dalam program anti narkoba di 1000 desa… sampai sekarang, ia sudah mengunjungi kurang lebih 950-an desa, menggunakan motornya, bersama teman-temannya. Mas Danar (sebutan akrab Pak Agus Widanarko) ini dulunya adalah Manager beberapa artis, salah satunya Julia Perez, dan EO beberapa klub malam. Sampai akhirnya ia “bertobat” ketika dia sedang merenung, bahwa dia jauh lebih berdosa dari pengonsumsi narkoba, karena dialah yang menyediakan narkoba di klub-klub malam yang dia kelola. Ditambah, satu-persatu temannya pergi,ditangkap polisi, maupun meninggal dunia karena overdosis. Setelah profil singkat dan cerita-cerita hidupnya selesai ia ceritakan. Ia langsung pamit karena harus kembali ke Solo.
Acara dilanjutkan bersama Pak Sumirat. Pak Sumirat bercerita tentang BNN (Badan Narkotika Nasional) dan perjuangannya memberantas narkoba. Ia juga bercerita tentang efek-efek narkoba, dan bahaya narkoba jika kita konsumsi. Semisal, dapat mengaburkan jarak dan bentuk, berhalusinasi, dan lain-lain. Dan Pak Sumirat juga menunjukkan tentang bahaya narkoba bagi otak kita. Beliau menunjukkan foto-foto otak tikus-tikus yang diberi morphin, shabu-shabu, dll. Otak mereka berlubang! Bayangkan apa yang terjadi jika itu adalah otak manusia, daya pikir, daya ingat, dan kemampuan bersosialisasi sangat lemah. Karena otak kita tidak bisa disembuhkan menjadi utuh kembali. Namun, masih ada harapan bagi para pecandu yang otaknya sudah terlanjur bolong-bolong seperti itu. Mereka masih dapat dilatih supaya mereka dapat merespon sedikit lebih cepat dengan kemampuan yang lebih baik pula.
Setelah kuliah umum selesai, dimulailah pengumuman pemenang olimpiade. Setelah pembagian hadiah, kami turun kembali ke kantor papi, dan aku harus bersiap-siap les bahasa jepang… Pak Sumirat pun juga harus pergi ke Semarang karena ada keperluan, maka setelah mereka mengantarku ke Pusat Studi Jepang, papi dan mami mengantar Pak Sumirat dan Istrinya mencari bus untuk melanjutkan perjalanan beliau.
Di Pusat Studi Jepang, aku mengikuti les bahasa jepang yang merupakan pertemuan untuk seluruh kouhai-kouhai level 1 dan mengenal sensei-sensei lebih dekat dalam kelas Kaiwa Ka atau Kelas Percakapan. Aku agak terlambat, tetapi untungnya acaranya masih perkenalan. Setelah selesai perkenalan, kelas dibagi menjadi 3 kelompok, dan dipecah lagi menjadi 2 kelas, kami bermain games menyusun kata, dan melegkapi kata. Meskipun kelompokku tidak menang, yaa, lumayan lah dapat cemilan 1 sebagai hadiaah... :p

Sunday, March 8, 2015

Kesepian? Enggak tuh!

"homeschool? berarti sendiri dong... kasian dong kamu, ga ada temennya"

Pernyataan itu sering kudengar dari beberapa orang yang mengetahui aku homschooling. Terlebih lagi jika mereka tahu kalau aku adalah anak tunggal. Memang kenapa sih kalo aku anak tunggal?

Mungkin mereka berpikir kalo hampir sepanjaaaaang hari aku ada di rumah, ga ngobrol sama siapa siapa... iya sih, mereka benar kalo aku sendirian dirumah tapi ga sepanjang hari juga. Plus, aku juga gak bener bener sendiri kok... kan ada mami di rumah. Dan lagi, aku sudah terbiasa ditinggal sendiri di rumah sejak aku masih 4 tahun... hehehe... #sombong

Oke, oke, aku serius...Kebetulan, aku adalah orang yang eksplosif nan extrovert... (waduh) jadi, gampang membaur dengan lingkungan baru dan juga mudah disukai (meskipun gampang disebelin juga sih). Awalnya sih pasti ja-im, sok keren, kalem, dan ... malu malu kucing. Lama-lama sih mulai terbuka, baik hati, asyik diajak ngobrol (iya nggak ya?), dan yang jelas... malu-maluin! (haduh).

Kalau kalian adalah temen-temen homeschoolers juga, atau tertarik homeschool tapi masih percaya sama gosip itu, tenang aja, itu gak 100% bener kok. Asal kita berani (gak malu-maluin lho... ada bedanya) berteman, kenalan dan suka ngobrol, gak akan ada masalah bersosialisasi! Anak homeschool kan gak boleh takut!:)

Mungkin "mitos" kalo homeschool itu temennya sedikit (banget) enggak 100% bener. Ada benernya, kalo anaknya memang ada kesulitan bersosialisasi, atau ada trauma itu bersosialisasi (sok tau deh). ya intinya sih, tergantung setiap anak juga. Tapi yang jelas, anak tunggal yang cantik ini ga ada kesulitan bersosialisasi!

eh iya, it's been a while ya... maaf aku lamaaa banget gak ngisi blog ini... jadi sepi deh, gak banyak update juga blognya... ini karenaaaa... aku lagi persiapan UNPK C!!! wish me luck ya guys... thanks for reading :)

Saturday, July 26, 2014

Better In Mist




                When a house is burning, who will against the fire? THE FIRE FIGHTER!!!
                In Indonesia, we can see on TV or perhaps you’ve already seen it alive, the fire fighter using their “weapons”, jet water to extinguish the fire. But… it takes a long time to extinguish the fire, especially when the fire is big. And sometimes, the furnitures in the house are broken because of the water and fire.
                Mister Fire Fighter, do you know that there is faster, easier, and less risky way to do that? Yup, it’s simple, just use a MIST!!! Our neighbour, the Singaporean, already use this method to extinguish fire in their country. Now, perhaps you may ask… how can that be? How is it work?
                From the Physics lesson we learn that water mist consists of many tiny water droplets. With the volume of water fixed, the combined exposed surface area of the droplets is much larger than the exposed surface area of a jet of water. Therefore, in a fire the water mists will vapor much faster than jets of water. With faster vaporization, more thermal energy from the fire can be removed effectively to put out the fire faster.
                At the same time, as the mist vaporizes to become steam, its volume expands by at least 1600 times and displaces the air from the surroundings. This deprives the fire of the oxygen it needs to continue burning.
                During a test, a mist use 100 times less water than a jet of water and able to extinguish fire 5 times faster than a jet of water. Since less water is used in this method of fire extinguishing, not only is water saved, but also the amount of property damaged (like furniture and home electrical appliances) are minimized. Thereby facilitating fire investigation later on.
(Source: Physics Matter GCE ‘O’ Level)

Friday, April 25, 2014

Buaya Masuk Kampus

“Aaaaah, ada buaya dan ular!”
 “Tenang, ularnya di dalam kandang kok, yang di luarpun, sudah jinak...”
               
Ada apa ini? Oooh, rupanya sedang ada acara BioFair, acara tahunan yang diselenggarakan oleh fakultas biologi UAJY; disana ada berbagai macam reptil, mulai dari kura-kura, iguana, ular sampai buaya  juga ada disana. Tidak perlu takut memegang ularnya. Karena ada pawangnya, dan lagi, pawangnya ramah lho!
Selain ada ular, ada juga perlombaan, kemarin (April 25, 2014) misalnya, ada perlombaan debat, dan pembuatan prakarya dari barang bekas untuk siswa SMA... unik-unik lho.. misalnya, salah satunya, kursi dari kardus bekas yang dilipat lipat, hasil karya mereka, dipajang hari ini di depan peserta lomba kuis “numero uno”.
Numero uno, adalah permainan kuis yang memiliki peserta yang cukup banyak pada awalnya. Para peserta biasanya duduk di lantai, dan disediakan papan tulis kecil, spidol, dan penghapus. Para peserta harus menjawab soal, dan menaruh jawaban diatas kepala. Numero uno di UAJY memiliki peserta siswa SMA, dan hanya diberi 2 pilihan, jadi mudah dan kurang seru, apalagi aku yang ikut-ikut nonton saja bisa jawab... (-_- #sombong) Jangan bilang sombong dulu dong... setelah semua peserta tereliminasi, dan tersisa satu peserta, peserta itu harus melewati babak bonus... aduh! Soalnya susah-susah... dan peserta terakhir ini selalu mengatakan “pas”, atau bila sudah menjawab, jawabannya salah! Aku merasa numero unonya sudah tidak seru lagi. Di depan Auditorium tempat lomba (numero uno), ada anak-anak SMP sedang lomba membuat mading. Namun, karena aku tidak enak sama mereka (peserta dan panitia), maka aku turun ke kantor papi, dan berisistirahat disana.
Setelah duduk sebentar, aku keluar lagi dan bermain ular! (sudah biasa) aku sering geli sendiri, melihat para mahasiswa ketakutan melihat ular, atau buaya, atau iguana... padahal kan, #rapopo... bahkan, aku bermain dengan ular pohon (Boiga sp.), ular pohon adalah ular yang memiliki bisa menengah. Namun, ular pohon disana sudah jinak, dan ia hanya menyemburkan bisa saat panik, ketika kita memegangnya terlalu kuat (mengingat badannya yang kecil), atau saat mencari mangsa... jadi, kalau belum biasa pegang ular, mending belajar pegang yang besar dulu, seperti piton (Phyton reticulatus), atau yang tidak terlalu besar ataupun kecil, seperti ular pelangi (Xenopeltis unicolor) . Selain ular, kita juga bisa pegang iguana dan buaya lho! Namun iguana tahun ini adalah iguana yang besar bernama Barney (tahun lalu, iguana yang dibawa adalah yang besar dan yang kecil bernama Kevin dan Oscar), oh ya, selain Iguana yang dikasih nama, Ular Piton (Phyton reticulatus)nya juga dikasih nama kok, salah satunya Chiko. Dari tiga piton yang dibawa, satu piton sedang menderita sariawan (kasian ya?).
Rupanya, sariawan tidak hanya bisa diderita manusia, tapi bisa juga diderita oleh ular. Selain sariawan, ular juga bisa flu, bersin, dan batuk... hehehe. Kalau mereka bersin atau batuk, bunyinya lucu lho (tapi tetep aja kasian -_-). Penanganannya? Gampang, biarkan saja mereka, dan berikan makanan bergizi seperti biasa. Kalau misalnya ada iguana yang jamuran kulitnya, bisa juga dimandikan pakai sabun-sabun lembut, dan tidak boleh tertelan. Ular juga harus dimandikan, pakai air yang dicampur dengan sabun, jangan sampai tertelan juga. Caranya? Jangan rendam ular di dalam air (ya iyalah, emang cucian, direndem? :p)
Kali ini aku juga jatuh cinta dengan (cieeeee) Ular Mono. Ular Mono (Candoia Carinata Carinata) adalah tipe ular yang ganteng eh salahhh... anteng. Dan saking antengnya, ular tersebut bisa dijadikan gelang... bayangkan!
“mbak, gelangnya bagus, beli dimana?”
“ini bukan gelang mbak... belinya di ka*kus”
“terus apa dong?”
“ini ular mbak... ular mono halmahera”
*mbakke ngcriiit
Hahahaha... keren banget deh... jadi pengen punya... oh ya, buat yang mau punya ular mono, mereka makanannya cicak, dan kalau ular kalian habis selesai makan, jangan kalian pakai buat mainan dulu. Mereka perlu “vakum” sekitar 5-7 hari dari tangan kita. *supaya_gak_setres. Ini berlaku untuk semua ular lho ya! Makanan ular macam-macam, ada yang tikus (phyton), ada serangga (ular pohon) dan masiiiih banyaaaak lagiiiiiii...
Kalau semisal, kita terkena bisa, misal di salah satu jari tangan kita, kita harus cepat-cepat mengikat pergelangan tangan kita, jangan terlalu kencang, agar bisa tidak cepat mengalir ke seluruh tubuh. Jangan terlalu banyak bergerak, jangan ditoreh lukanya (dibuat tambah besaaar), dan jangan banyak bergerak. Kalau punya alat penghisap semacam pipet, atau suntik, bisa dipakai. Yang jelas jangan pakai mulut, dan segera datang ke rumah sakit.
Selain pertolongan pertama tadi, mindset kita begitu digigit ular harus positif. Pawang tadi bercerita. Ada salah satu orang di daerah bantul yang digigit oleh Strychnos lucida, atau lebih dikenal sebagai ular kayu yang tidak punya bisa samasekali, dan seharusnya tidak punya efek apapun terhadap tubuh. Karena mindset orang ini, orangnya pingsan deh... intinya, setinggi apapun bisa ular yang masuk kedalam tubuh kita saat digigit, mindset kitalah yang membuat semua kemungkinan yang kita pikirkan terjadi.
Sekian dulu dariku... kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang ular, kalian bisa datang ke BioFair yang diadakan sampai sabtu besok... Ciao!